KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, NH Masih Buron! 

Home / Berita / KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, NH Masih Buron! 
KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, NH Masih Buron!  Penyidik KPK geledah kantor pengacara Rahmat Santoso & Partners di Surabaya, Selasa (25/2/2020). (Foto: Istimewa)

TIMESPALEMBANG, SURABAYA – Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan jika penyidik KPK telah menyisir kantor pengacara Rahmat Santoso & Partners di Jalan Prambanan No 5, Surabaya, Selasa (25/2/2020). 

"Iya benar, Penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor pengacara Rahmat Santoso & Partner Surabaya," kata Ali Fikri saat dihubungi TIMES Indonesia, Selasa (25/2/2020). 

Dalam penggeledahan tersebut, beberapa penyidik KPK terlihat membawa tiga koper dan satu kardus yang diduga berisi dokumen. Usai menggeledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partner pada pukul 16.40 WIB, petugas KPK langsung meninggalkan area penggeledahan.

Ali Fikri menambahkan, info sementara dalam penggeledahan tersebut diperoleh beberapa dokumen dan alat komunikasi. Sementara, Rahmat Santoso tidak berada dikantornya saat KPK melakukan penggeledahan.

"Info sementara penggeledahan diperoleh ada beberapa dokumen dan alat komunikasi," tandasnya. 

Diketahui, penggeledahan oleh KPK ini dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 16.40 WIB. Penggeledahan tersebut dikabarkan ada kaitannya dengan mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, yang kini menjadi DPO KPK. Dikabarkan juga, pemilik kantor pengacara itu memiliki hubungan kekeluargaan dengan istri Nurhadi.

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA. Penerimaan gratifikasi itu tidak dilaporkan KPK dalam jangka 30 hari kerja.

KPK lalu memasukkan Nurhadi, Rezky, dan Hiendra ke daftar pencarian orang (DPO). Keberadaan ketiga buron KPK itu hingga kini belum diketahui.

Jubir KPK Ali Fikri juga menegaskan jika tersangka NH dan kawan-kawan masih menjadi buron. "Yang masih buron tersangka NH dan kawan-kawan," terangnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com