Banjir Besar di Jepang, 14 Orang Jompo Dikhawatirkan Tak Selamat

Home / Berita / Banjir Besar di Jepang, 14 Orang Jompo Dikhawatirkan Tak Selamat
Banjir Besar di Jepang, 14 Orang Jompo Dikhawatirkan Tak Selamat Banjir di Kumamoto, Jepang (FOTO: AFP)

TIMESPALEMBANG, JAKARTABanjir besar melanda pulau di Jepang, dan puluhan ribu warga diungsikan. Dikhawatirkan 14 orang di sebuah panti jompo tak terselamatkan menyusul hujan lebat di prefektur Kumamoto dan Kagoshima, Jepang Barat Daya. 

Banjir besar yang juga disertai tanah longsor pada Jumat (3/7/2020) ini disebabkan curah hujan tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya. Sungai Kuma di prefektur Kumamoto meluap.

Lebih dari 200 ribu jiwa diungsikan. Dari 15 orang yang ditemukan tanpa tanda-tanda vital, 14 diantaranya adalah penghuni panti jompo.

PM Shinzo Abe, dilansir BBC, mengerahkan 10.000 pasukan untuk membantu upaya penyelamatan karena banyaknya permintaan bantuan.

Sungai-Kuma-meluap-di-Yatsushiro-di-prefektur-Kumamoto-2.jpg

Ia mengatakan, hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga hari Minggu dan diingatkan orang untuk waspada. Prefektur Kumamoto dan Kagoshima adalah yang terburuk terkena curah hujan.

Gubernur Kumamoto, Ikuo Kabashima mengatakan kepada wartawan, para korban di panti jompo ditemukan dalam keadaan kardio-pernapasan", sebuah istilah yang digunakan di Jepang sebelum seorang dokter secara resmi menyatakan kematian.

Dua orang lainnya dikhawatirkan telah meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor di kota Tsunagi, meskipun ini juga tidak secara resmi dikonfirmasi.

Abe juga menerima informasi dari orang-orang yang mungkin menjadi korban tanah longsor. Orang lain diyakini hilang tetapi tidak ada angka resmi.

Sebuah gambar menunjukkan sebuah jembatan di atas sungai Kuma terhanyut, dengan gambar-gambar lain dari mobil dan rumah yang terendam.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan curah hujan seperti itu belum pernah terlihat sebelumnya di wilayah tersebut.

Haruka Yamada, yang tinggal di Ashikita di prefektur Kumamoto, mengatakan kepada Kyodo: "Saya melihat pohon-pohon besar dan bagian-bagian rumah tersapu dan mendengar mereka menabrak sesuatu. Udara dipenuhi dengan bau gas bocor dan selokan," katanya.

Penyiar NHK mengatakan ada laporan delapan rumah di distrik Takinoue kota itu hanyut akibat Banjir besar melanda pulau di Jepang. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com