Arsip Sejarah NU Masih Tersimpan Rapi di Rumah Ajudan Pendiri NU

Home / Berita / Arsip Sejarah NU Masih Tersimpan Rapi di Rumah Ajudan Pendiri NU
Arsip Sejarah NU Masih Tersimpan Rapi di Rumah Ajudan Pendiri NU Anggota DPR RI Jazilul Fawaid bersama H Chisni yang juga keturunan ajudan KH Hasyim Asy'ari saat melihat arsip sejarah NU (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESPALEMBANG, GRESIKArsip sejarah NU masih tersimpan rapi di kediaman anak cucu Alm KH Umar Burhan, mantan ajudan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. Beberapa dokumen penting masa lampau berjejer di almari besar rumah yang berada Jl Nyai Ageng Arem nomor 35, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dokumen-dokumen bersejarah itu diantaranya sejarah awal berdirinya NU, terutama terkait surat menyurat maupun tulisan tangan serta kumpulan pidato KH Hasyim Asy'ari.

Sejumlah kitab-kitab kuning abad pertengahan yang menjadi rujukan para ulama NU zaman dulu, juga tersimpan di dua lemari besar.

"Bahkan surat kabar dan majalah yang diterbitkan oleh NU sebelum tahun 1960-an masih rapi dan dapat dibaca," kata H Chisni, pewaris arsip sekaligus anak cucu dari KH Umar Burhan, Rabu (13/2/2019).

Chisni mengungkapkan, selain sebagai arsip sejarah. Beberapa dokumen juga menjadi referensi penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir maupun perguruan tinggi untuk menambah referensi sejarah Nahdliyin.

"Selama ini arsip sejarah NU berada di sini dan tidak pernah sedikitpun beranjak keluar," ungkap dia.

Soal kemungkinan bisa diduplikat untuk mendukung proses publikasi, Chisni menambahkan ia tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan, dia bangga arsip yang berada di rumahnya itu bisa bermanfaat bagi ummat.

"Nanti jika jadi di duplikat harus ada tim yang mendampingi untuk melakukan duplikasi, instruksi dari Kiai pendiri NU dokumen asli harus tetap di sini," kata dia. 

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil X (Gresik-Lamongan) Jazilul Fawaid mengungkapkan ide menduplikasi semua dokumen arsip sejarah NU yang ditulis ajudan KH Hasyim Asy'ari bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar tahu sejarah NU.

"Sehingga NU manapun bisa melihat sejarah NU dari manuskrip aslinya yang ada di sini," ungkap Jazilul saat mengunjungi rumah pewaris ajudan KH Hasyim Asy'ari di Gresik.

Dia mengungkapkan, untuk mengenalkan sejarah NU yang lebih luas lagi terutama menyentuh generasi milenial, nantinya akan didukung dengan mendirikan cafe bernuansa NU. Selain untuk belajar sejarah, nantinya bisa menjadi tempat nongkrong dan diskusi generasi muda. 

"Sekarang zamannya kreatif, tidak kreatif ya tidak bisa, jadi nanti kita cari lokasi pokoknya tempatnya strategis," cetus Jazil yang berharap pewaris arsip yang ditulis mantan ajudan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari tetap merawat arsip sejarah NU tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com