Harga Sembako di Pagaralam Berangsur Normal

Home / Ekonomi / Harga Sembako di Pagaralam Berangsur Normal
Harga Sembako di Pagaralam Berangsur Normal Harga Sembako di sejumlah pasar tradisional masih aman dan normal. (Foto: Asnadi/TIMES Indonesia)

TIMESPALEMBANG, PAGARALAM – Hasil monitoring di sejumlah pasar tradisional di Pagaralam, Sumatra Selatan, harga kebutuhan pokok atau sembako di tengah penerapan tatanan baru dikategorikan masih aman.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Pagaralam, Dawam SH MH, melalui Kasi Bina Usaha Perdagangan, Endang Diyah SE, Selasa (30/6/2020)

 “Bahkan beberapa jenis bahan pokok justru mengalami penurunan harga sejak diberlakukannnya new normal di Kota Pagaralam,” katanya.                                                                                        

Endang mencontohkan, harga gula pasir yang di masa pandemi beberapa waktu lalu per kilogramnya sempat dibandrol Rp17.000 kini sudah berangsur turun di harga Rp12 ribu/kg.  Sedangkan harga kebutuhan lain seperti beras kisaran Rp10.000 – Rp11.000/kg, minyak goreng relatif stabil, tergantung kemasan kisaran Rp12.000/kg.

“Berbeda dengan harga telur yang saaat ini masih bertahan di kisaran Rp48 ribuan/boks. Selain harga, untuk stok Sembako di sejumlah agen saat ini masih terbilang aman dan belum ada gejolak kelangkaan,” ungkapnya.

Bagaimana dengan sayuran Jawab Endang, memang ada harga sayuran masih terbilang tinggi. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, baik itu jenis sayuran yang dipasok dari luar ataupun kondisi panen di tingkat petani.

“Harga cabai merah sebelumnya tak lebih Rp20.000/kg belakangan ini sudah merangkak naik, tembus Rp17 ribu. Begitupun dengan bawang merah, melonjak naik kisaran Rp58.000/kgnya,” beber Endang.

Iin (25) salah seorang IRT warga Perumnas Griya Bangun Sejahtera, mengatakan belakangan ini harga bawang melonjak mahal. “Sebelumnya masih mampu beli di tukang sayur, saat ini karenanya harganya selangit, jadi mau tak mau beli di tingkat petani langsung, karena bisa lebih murah dibanding di pasar atau di warung,” ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com