Belajar Menghargai Perempuan dari Film Imperfect Karya Ernest Prakasa

Home / Gaya Hidup / Belajar Menghargai Perempuan dari Film Imperfect Karya Ernest Prakasa
Belajar Menghargai Perempuan dari Film Imperfect Karya Ernest Prakasa (dari kanan) Ernest Prakasa, Meira Anastasia, Jessica Mila, dan Reza Rahadian usai nobar di Matos. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMESPALEMBANG, MALANG – Sebuah film berjudul Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan siap hadir mewarnai dunia perfilman Indonesia. Film yang disutradarai komedian Ernest Prakasa ini akan dirilis pada 19 Desember 2019. 

Film yang diangkat dari novel karya Meira Anastasia ini memacu pola pikir tentang body shaming terhadap perempuan. Lewat film ini, perempuan dihadirkan bukan hanya dilihat dari faktor fisik tapi nilai personal yang disampaikan kepada publik. 

Saat kunjung ke Malang, rombongan Reza Rahadian, Jessica Mila, Ernest Prakasa, dan Meira Anastasia sukses membius perhatian publik. Mereka road show ke Malang dan menggelar nonton bersama. 

Ernest-Prakasa-2.jpg

Sutradara film Ernest Prakasa menyampaikan maksud film ini adalah untuk memberi wawasan tentang perlakuan negatif kepada perempuan. 

Stereotip tentang perempuan yang melulu memandang dari segi fisik, harus dialihkan kepada mind set positif yang mengarah kepada nilai. 

"Harapannya menyadarkan orang supaya stop body shaming, stop bullying kepada perempuan," katanya saat Press Conference di Malang Town Square (Matos), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/12/2019) malam. 

Ernest tak menampik bahwa film ini bakal mendapat komentar miring, yang mengarah kepada hal sensitif karena mengangkat isu konstruksi gender dan lebih kepada kewanitaan.

Ernest-Prakasa-3.jpg "Film ini banyak yang bilang cewe banget. Tapi rasanya cowok yang nonton tidak merasa terasingkan. Bahkan bisa belajar dari film ini," ungkapnya. 

 

Reza Rahadian yang berperan sebagai Dika berharap pesan dan nilai dari film ini dapat tersampaikan sempurna kepada publik. 

"Laki-laki harus berpikir ulang sebelum mengomentari perempuan karena di dalamnya ada perasaan yang mempengaruhi kepribadian seorang perempuan," tandasnya. 

Film Imperfect karya Ernest Prakasa ini mengusung pemberdayaan mind set seseorang terhadap perempuan ideal. Film yang mengupas fenomena persoalan perempuan yang kerapkali dijadikan pembahasan seksisme. Dari sini, publik bisa belajar lebih menghargai perempuan sebagai perempuan itu sendiri, bukan diharuskan menjadi orang lain. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com